Dia duduk mengamati cermin bersih di hadapannya, sementara aku bersembunyi menatapnya dari dalam cermin.
Memperhatikan setiap pergerakannya..
Kadang, gadis itu menarik rambutnya sendiri.. keras sekali hingga beberapa helai harus menyelip dalam jari jemarinya yg panjang dan lentik..
Kadang, gadis itu menatap cermin penuh amarah, matanya bersinar hebat seperti ingin mengeluarkan pisau, hingga aku takut keeksistensianku akan diketahuinya ..
Kadang, dia merias wajahnya, begitu cantik hingga tangannya terangkat dan menampar wajahnya sendiri..
Kadang, dia menuliskan surat cinta yang begitu panjang untuk pujaan hatinya, indah mengalahkan surat untuk juliet di Verona,..
Lalu di menit berikutnya, surat cinta itu berubah menjadi abu oleh jilatan api..
Teruai di hadapannya, di hadapanku..
Melebur menjadi satu dgn yang tak kelihatan. .
Meninggalkan noda di lantai kayunya..
Lalu gadis itu tertawa, menatapku tajam.. lalu tertawa lagi..
"Perempuan bodoh" begitu kalimat yg terucap disela tawanya..
Aku terdiam di dalam cermin. Prihatin akan kondisinya,
Gadis itu... dagunya di angkat dengan angkuh .
Matanya tajam bak pisau, menerobos cermin menatapku ..
Begitu dalam..
Begitu mencekam. .
Hingga aku lupa caranya bernafas..
Hingga aku takut kalau dia mengetahui keberadaan ku..
Lalu tangannya menggerayangi seluruh isi nakas. .
Mencari sesuatu yg tak ku ketahui..
Tetapi tiba tiba saja Gunting hitam itu sudah ada dalam genggamannya..
Perlahan, dia menarik rambutnya, menggunting sedikit demi sedikit hingga tak tersisa..
Di menit selanjutnya, genggaman nya semakin erat, gunting di tangannya menghadap kearahku. .
Mendekat...
Pelan..
Namun mematikan..
Lalu yang tersisa hanyalah pecahan kaca denggan tetes darah menghiasi nya..
Dia membunuhku..
Tapi kini aku yang tertawa, karena pada akhirnya, dialah yg tergeletak tak berdaya..
Meraung meminta tolong
"Perempuan bodoh" bisikku. .
~kee😉
Komentar
Posting Komentar