Rasionalitas Dunia, dan Ruang Ajaib yang Masih Bertahan

Gambar
Saya memulai perjalanan ini dari kota Pohon Beringin yang dingin- Ruteng-, walau begitu tulisan ini saya curahkan sepenuhnya kepada sebuah kota kecil di tengah pulau flores, yang memiliki sumber air namun tak punya pantai. BAJAWA. Orang bule menyebutnya dengan BAYAWA.                                                Kalau harus menoleh pada tahun 1945, 18 agustus pagi hari yang mungkin cerah-mungkin juga tidak, sedang berlangsung peristiwa persiapan pengesahan UUD 1945 yang telah merdeka dari Jajahan Belanda, namun saat ini di tanggal 18 agustus 2025 di pagi hari yang berkabut tinggi di Bajawa, saya sedang melayani perjalanan lintas flores bersama sepasang suami istri Belanda (Zuid-Holland) berusia akhir 70an.  Kami menginap di Penginapan Manulalu B&B Hotel berlokasi di Jl Mangulewa - Jerebu'u, Tiworiwu. Pagi itu sesuai agenda, kami lebih dulu mengunjungi Desa A...

Discover east island

Halo.. selamat datang kembali ke dalam dunia yang sok hebat, ke dalam angan tanpa asa, ke dalam pergumulan antara bunyi konsonan dan vokal yg menghasilkan sajak tak terlupakan. Hahahah, omegattt πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ too much. .

Well hari si saya ingin mengajak kalian wahai pembaca setia yang semoga ke-loyal-litas kalian ini akan terjaga selamanya utk getaway beberapa menit ke second destination di nusa penida. Apalagi kalau bukan EAST ISLAND yang tak kalah tersohor dari si pulau berkepala tirex πŸ˜…


Ini dia genggssss, wellcome to pulau seribu,  Nusa Penida.  Jadi mari kita bahas 1 per 1 di sini. .
Jadi kalau kalian ke Nusa penida,  mungkin tak lengkap rasanya jika belum ke kelingking cliff , yang mana kelingking cliff merupakan main destination dari pulau Nusa penida. Bentuk yg menyerupai kepala tirex serta keindahan yang buat memori kamera kita full dalam sekejap mataπŸ˜‚πŸ˜‚.. utk yang penasaran sama kelingking cliff , here is it :

Sekedar info, jadi kelingking cliff ini berada di bagian barat pulau Nusa penida, atau yg di kenal dengan west island,  utk ke kelingking sendiri perjalanan dri port/dermaga kurang lebih 45 menit. Cuman membayar parkir senilai Rp.2.000 serta tiket masuk seharga Rp. 5.000 kalian sudah bisa menikmati keindahan alam di area kelingking cliff. Gimana? A super duperrrrr murah kan??? 

Tapi gengs, jangan berpikir kalau Nusa penida cuman punya kelingking cliff yah? Second destination yng bisa di sebut east island juga tak kalah memukauuu .. 
Dari kelingking kami menuju ke pulau seribu yang membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam karena kami sempat nyasar, dan hpe kami lowbat, plus kami kurang persiapan dgn tidak membawa power bankπŸ˜…, poor us as a backpacker.  Tapi kami ttap melanjutkan perjalanan dong yahh😁,  bertemu para locals dan bertanya soal arah, lalu membaca peta destinasi wisata yang ada di jalan jalan, mengikuti mobil mobil yang menurut kami memiliki tujuan yang sama, jalan nyasar, putar balik, tanya pnduduk setempat, begitu terus sampai kami akhirnya tiba di tujuan utama kami.


Masuk ke pulau seribu kalian tdak langsung di hidangkan makanan utama, jangan harap perjalanan akan berhenti di sanaπŸ˜…, kalian harus menghabiskan menu pembuka yg di sajikan, melewati banyak anak tangga utk mencapai point pertama. Lalu turun lagi. Anak tangga lagi. Mencapai point kedua, dan terakhir kalian harus mendaki, utk mencapai puncak nya.. pemandangan di sini memang sangatlah worth it dgn segala lelah selama perjalanan.. duduk di atas rumah pohon, sambil menikmati pemandangan yang tersajikan, melepas semua gadget utk sesaat, melupakan permasalahan sesaat dan merecharge energi kami dgn bertelur sapa langsung dgn ciptaan tuhan yg sungguh sangat sangat sangat indah ini. 

Lepas dari pulau seribu, kami berjalan ke arah atuh beach, cuman membutuhkan waktu 5-10 menit dri pulau seribu.

Perjalanan ke atuh beach aselikkkkk membuat saya dan rekan-rekan perjalanan saya geleng geleng kepala.. anak tangga yg curam serta medan yang berliku liku membuat kita harus sangat hati-hati,  ini bahkan lebih curam dri pulau seribu, dengan jumlah anak tangga yg lebih banyak sangat sangat menantang jiwa petualang kamiπŸ˜‚πŸ˜‚.. tapi begitu kalian sampai di bawa sana, menikmati segarnya air laut setelah berpapasan panasan selama perjalanan terbayar tuntassss.  This place totally awesomeeee. . Kece parahhh pokoknya sumpahhhh ... ngeluh ngeluh selama perjalanan hilang langsung deh.. di jaminπŸ˜‚. 

Setelah puas bermain main dengan air laut nya atuh, kami memutuskan untuk kembali ke port karena sudah jam 3 sore waktu setempat,  boat dri Nusa penida ke sanur yang kami pilih akan boarding di jam 16.30 dan kami masih punya waktu satu jam utk perjalanan pulang. Tapi tebak apa yang kami temukan saat dalam perjalanan pulang kami? Warung ikan bakar sambil matah😍😍😍😍😍😍..
Penulis lupa nama warungnya apa, pokoknya ikan bakar nya ini juara banget deh, perut udah keroncongan, badan udah kebakar sinar matahari,  tapi pas menemukan ini rasanya kami di ajak lagi ke surga versi kulinerπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.. buat yg penasaran sama warung yg penulis singgak,  ini letaknya cuma 5 km dri dermaga buyuk Nusa penida, di depannya ada bungalow dan beach club, pemilik warung ini biasanya langsung membakar iklannya di pinggir jalan dpan warungnya,  jdi pasti mudah banget buat di cari. Harganya juga gak ngurus dompet, cuman Rp.50.000 utk 2 porsi jumboπŸ˜‹..

Jadi gimana?? Masih nyaman sama kasur? Yakin gak mau keluar buat bertemu orang orang baru? Wkwkwk


Sekian dlu yah cerita jalan jalan kali ini, jarinya udah pegel dri tadi nari di keyboard muluπŸ˜‚πŸ˜‚.

Sampai jumpa di perjalanan selanjutnya,  semoga kita berpapasan di jalan😚😚😚


~kee



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peleburan Budaya di Tanah Flores

Rasionalitas Dunia, dan Ruang Ajaib yang Masih Bertahan

Renovasi Mindset