Who are you?
Flashpacker? Or backpacker?
Are we stand in the same boat or not?
πππ, let me tell you that i more prefer to be a flashpacker than backpacker, fellasπ.
Ini penjelasannya kenapa sya lebih prefer utk menjadi flashpacker dan bukannya memilih jadi backpackerπππ
Umumnya kita lebih sering mendengar ttng backpaker daripada flashpacker, right? Menjadi seorang backpacker itu memang benar2 dipenuhi oleh tantangan. Dan menurut saya syarat utama menjadi seorang backpacker adalah harus MANDIRI. Yahh jadi seorang flashpacker juga mmng harus mandiri sih, tapi taraf mandiri yang saya maksudkan di sini berbeda, gengs.
Seorang backpacker adalah mereka yang melakukan perjalanan dengan patokan budget. Mereka menyusun itinerary atau semua jadwal perjalanan sendiri, menentukan harus tidur di mana sendiri, mau berapa hari mereka di suatu destinasi, jalur apa yang harus mereka pilih, dan yang paling mendasar adalah semuanya tergantung budget. Which is butuh waktu dong untuk menempuh perjalanan yang jauh. Contoh saja para backpacker dari bali ingin pergi ke flores, mereka tidak mungkin mengambil perjalanan udara dan lebih memilih menggunakan transportasi laut walaupun memakan waktu berhari hari.
Sedangkan kalau flaspacker adalah mereka yang menempatkan diri mereka di antara menjadi tourist dan backpacker. Jadi posisi flashpacker ini di tengah2, gengs. Seorang flashpacker lebih memilih opsi efisien waktu dan pengalaman yang mereka dapat selama perjalanan. Kalau seorang backpacker memilih perjalanan laut yg memakan waktu berhari-hari, seorang flashpacker lebih memilih menggunakan pesawat yg hanya memakan waktu tempuh beberapa jam.
Flashpacker juga memiliki itinerary mereka sendiri, memilih sendiri tempat utk bermalam (lebih nyaman ketimbang backpacker) namun mereka ttap mengutamakan pengalaman atau experience. Tidak jarang pula seorang flashpacker mengambil tindakan2 yang sama yg dilakukan oleh para backpacker, misalnya harus naik bis karena hanya itu satu-satunya transportasi yg ada di lokasi wisata. Mau tidak mau flashpacker harus naik bis bukan mobil mewah dan mereka cukup nyaman untuk itu.
Kenapa saya lebih prefer ke flashpacker? Karena menurut saya kita melakukan perjalanan yah untuk mendapatkan pengalaman baru, bukan untuk mencari hal2 yang ribet yang dilakukan oleh backpacker.
Well, sya bukan bermaksud mengatakan hal-hal miring mengenai backpacker, tapi lets think bout it.
Kita sudah capek di jalan, waktu kita terbuang selama perjalanan which is kita bisa menggunakan waktu yg terbuang itu dengan menikmati destinasi lebih lama, sama sekali tidak efisien kan?
Poin kedua adalah kita ingin merasa nyaman selama melakukan perjalanan, memiliki kesan-kesan menyenangkan selama perjalanan, momen momen tak terlupakan, buat apa kita melakukan perjalanan kalau diri kita sendiri merasa tidak nyaman?
Mungkin untk sebagian orng atau para backpacker lebih menyukai tantangan selama perjalanan, memilih jalan2 yang terjal untuk di taklukan agar perjalanan mereka lebih menantang. Lebih adventour. Tapi tidak dengan flashpacker, mereka lebih ingin menikmati daripada menaklukan.
Namun rasa nyaman yg dituntut oleh flashpacker tidak selalu mencari yg mewah. Perlu dibedakan arti kenyamanan (comfort) dengan kemewahan (luxury). Walaupun kemewahan selalu identik dengan kenyamanan, tetapi kenyamanan tidak serta merta identik dengan kemewahan. Flashpacker adalah kaum penggemar jalan-jalan yang menghargai kenyamanan, tetapi belum tentu selalu mencari kemewahan dalam setiap perjalanannya. Mereka mampu beradaptasi dengan lingkungan tertentu selama itu masih dalam taraf "aman" bagi flashpacker. Kesimpulannya, Flashpacking adalah paham jalan-jalan yang memenuhi ketiga karakter berikut :
a. Self Organized : Direncanakan dan diorganisir oleh para peserta sendiri
b. Experience Oriented : Berorientasi terhadap pengalaman atau tujuan perjalanan
c. Value Convenience & Comfort : Menghargai kemudahan dan kenyamanan.
Jadi begitu gengs.. sekarang pertanyaannya adalah are we in the same boat? Or not? You decide it,fellas!ππππ
~kee
Komentar
Posting Komentar