Judul buku : The Sands of Time
Pengarang : Sidney Sheldon
Tahun terbit : 2005
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 979 - 655 - 779 - 7
Jumlah halaman : 570 hal.
Novel dewasa
Sinopsis :
Kisah empat biarawati yang tiba-tiba terlempar ke luar lingkungan biara mereka yang aman. Mereka terseret dalam perjuangan yang keras antara gerakan separatis Basque di bawah pimpinan Jaime Miro yang idealis dan penuh kharisma, dan Angkatan Darat Spanyol di bawah komando Kolonel Ramon Acoca yang bertekat menumpas mereka semua.
Megan, si gadis yatim-piatu, bersedia mengorbankan apa saja demi mengetahui identitas orangtuanya. Namundia tak berdaya melawan daya tarik Jaime Miro.
Lucia, si cantik jelita yang berdarah panas, putri seorang
mafioso dari sicilia, diincar polisi karena dua perkara pembunuhan. Tetapi dia rela mengorbankan kekayaannya dan masa depannya untuk menyelamatkan nyawa seorang teroris yang sedang sekarat.
Bahkan keheningan dan kesucian biara tak mampu menghapus masa lalu
Graciela. Mampukah dia mempertahankan kesuciannya dalam pusaran arus duniayang bejat dan penuh maksiat ini?
Dan
Teresa, yang terombang-ambing antara kenyataan yang dihadapinya dan masa lalu yang ingin dilupakannya, dalam kebingungannya justru memohon bantuan Kolonel Ramon Accoca -kesalahan fatal yang membahayakan kawan kawannya sendiri.
The sands of time, - kisah tak terlupakan dengan latar belakang kehidupan daerah pedesaan spanyol yang memikat. Kisah ini menjalin sejarah dan roman asmara dengan ketegangan yang mecekam.
******************
Here we go, readers😉😉😉
Jadi setelah saya baca buku ini yang menyita 2 hari full plus malamnya begadang smpe kira-kira jam 3 pagi, saya akhirnya mendapat ilham utk menulis resensi buku ini😂.. [keliatan alay.a gak sih?] 😝😝😝..
Mereka (megan, lucia, teresa, dan graciela) adalah para biarawati di biara Trapistin, terletak di luar dinding kota Avila, kota tertinggi di Spanyol, 112 km di barat madrid. Salah satu dari 7 biara yang masih ada di Spanyol setelah ratusan biara yang telah dihancurkan akibat perang saudara. Biara Tarikat Trapistin ini memang sepenuhnya di bangun untuk kehidupan beribadat. Dan untuk mereka yang telah bernazar untuk masuk dalam biara ini, tidak di ijinkan untuk kembali menyentuh dunia luar lagi. Tidak sedikit pun. Kehidupan di Biara Trapistin ini bersifat kontempelatif dan penghukuman. Doa-doa rohani di daraskan setiap hari dan keterkungkungan adalah sesuatu yang bersifat mutlak. Sifat menjauhi dari dunia luar inilah di manfaatkan oleh seorang Lucia, gadis berparas cantik namun telah terlibat kasus pembunuhan 2 orang sekaligus. Motif pembunuhan yang dilakukan Lucia memang pada dasarnya merupakan aksi balas dendam untuk ayahnya, seorang mafioso / mafia asal sicilia. Dia membunuh seorang kepala Hakim yang menjatuhkan hukuman mati untuk ayahnya, juga seorang bodyguard yang tidak lain merupakan pacarnya sendiri yang telah mengkhianati ayahnya dan menyerahkan sang mafioso pada pihak berwajib. Biara Trapistin merupakan satu-satunya tempat yang aman, bebas dari kejaran polisi maupun musuh-musuh yang masih menyimpn dendam pada ayahnya, karena itulah Lucia lebih memilih masuk biara ini, yah walaupun dalam pikirannya ia tdak pernah sekalipun mendaraskan doa tulus dari hati dan berasumsi kalau biara ini lebih mirip sarang tikus tempat persembunyiannya.
Berbeda dengan Lucia yang menghindari kejaran polisi, Teresa masuk biara ini karena tidak ada seorangpun yang memandang kearahnya. Tidak keluarganya. Tidak pula lelaki yang dicintainya. Sebelumnya, Teresa memiliki kehidupan yang biasa biasa saja, gadis sederhana yang tinggal di
chateau dari pedesaan Eze, Prancis. Memiliki seorang adik perempuan bernama Monique, si cantik berparas lembut khas gadis desa Prancis, matanya biru bersinar dan memiliki banyak talenta, sedangkan Teresa? Teresa merupakan si buruk rupa. Selalu menjadi bahan tertawaan di desa dan para kerabat ayahnya. Namun Tuhan memang adil, Teresa diberikan suara indah bak malaikat. Setiap hari minggu Teresa selalu melakukan kebaktian di gereja dan bermazmur memuji nama Tuhan. Hingga Raoul Giradot - seorang pria kaya yang tampan - jatuh cinta pada suaranya. Seperti mimpi Teresa bahkan tidak mempercayai apa yang terjadi dalam kehidupannya setelah bertemu dengan Raoul, terlepas dari wajahnya yg buruk rupa, Teresa merasa begitu dicintai oleh Raoul, mulai di hargai oleh keluarga dan orang di sekitarnya. Dunia terasa memihak padanya kali ini, hingga hari peminangan itu tiba. Hingga Raoul memutuskan untuk meminang gadis idamannya, gadis yang dicintainya, Monique. Yahhhh.. Monique merupakan si cantik adik Teresa. Monique dan Raoul pergi ke paris, melarikan diri dari pedesaan yang terpencil dan memulai hidup bahagia di kota romantis tanpa memperdulikan perasaan Teresa, seperti langit jatuh menimpa tubuhnya, harapan Teresa ambruk oleh kejadian ini. Dan satu-satunya yang bisa ia lakukan dari pandangan buruk orang disekelilingnya adalah dengan cara pergi ke spanyol dan masuk biara Trapistin, mengeluhkan semua kesedihannya pada Tuhan.
Mereka menyebutnya "Megan si pengacau", "Megan si setan bermata biru", "Megan yang tak bisa diatur". Megan seorang anak panti asuhan dari Avila yang memutuskan untuk masuk biara Trapistin karena keputusasaannya mencaritahu siapa orangtuanya. Megan tidak marah, megan hanya ingin bertanya kenapa mereka tega meninggalkan dirinya sendiri di panti asuhan ini. Megan melanjutkan hidupnya dengan hayalan bahwa ayahnya adalah seorang tentara pada perang saudara, seorang kapten yang sangat gagah berani namun harus meninggal di medan perang akibat pertempuran, sedangkan ibunya merupakan seorang perawat, namun karena telah ditinggalkan oleh sang tentara dalam keadaan ekonomi yang sangat buruk, ibunya putus asa dan tidak bisa membesarkannya seorang diri, lalu memutuskan untuk menitipkannya di panti asuhan ini. Begitu terus cerita yang selalu ada dalam pikiran megan, setidaknya dengan hayalannya ini ia bisa bertahan hidup, memiliki semngat dan mencari identitas asli kedua orangtuanya.
Hidupnya selalu dalam keterpurukan sejak usia 5 tahun. Lingkungan yang dimiliki oleh si kecil Graciela hanyalah seputar lelaki hidung belang yang keluar masuk rumahnya dengan alibi ingin menemui Dolores Pinero, ibunda Graciela. Memiliki paras cantik serta kulit yang berwarna buah zaitun, tulang pipi yang menonjol, rambut hitam yang pekat, serta bulu mata yang lentik merupakan suatu hal yang disesali oleh Graciela. Karena ketika ia bertambah usia, dan parasnya semakin rupawan, ibunya malah semakin membencinya, dan mengatakan kalau graciela merupakan sesuatu yang disesalkan. Graciela hanya membawa ingatan buruk tentang ayahnya bagi sang ibu. Itulah mengapa sang ibu membencinya, di tambah lagi beberapa lelaki hidung belang yang merupakan tamu sang ibu malah berpindah tatapan ke arah Graciela, memuja keindahan tubuh Graciela yang membuat gadis itu semakin takut. Dan pada suatu waktu, seorang lelaki malah bertindak lebih jauh pada Graciela, memaksanya dan mengambil harta paling berharga yang ada pada diri Graciela dengan sangat kasar. Selalu meminta lebih tanpa memperdulikan kesakitan yang dialami Graciela, hingga ibunya sendiri mendapati apa yg dilakukan 'tamu'nya terhadap putri sematawayangnya, namun di luar dugaan, sang ibu malah mengusir Graciela, mengatakan kalau Graciela lah yang duluan merayu 'tamu'nya, melontarkan begitu banyak makian kepada Graciela, hingga Graciela harus pergi jauh dari rumah seorang diri. Berusaha menata hidupnya yang sudah hancur, dan biara trapistin merupakan satu-satunya tujuan yang ia tahu berkat seorang pastor tua di desanya.
Pada tahun 1976, di kota Pamplona, Spanyol, terjadi perang saudara. Di pimpin oleh seorang Jaime Miro. Bagi masyarakat Basque, Jaime Miro merupakan seorang pahlawan, namun bagi pemerintah Spanyol, Jaime Miro merupakan musuh terkutuk yang harus segera di bunuh.
Pada saat kota Pamplona sedang hingar bingar oleh pertandingan matador yang baru berlangsung untuk pertama kalinya di Spanyol, Raimon Accoca -
kepala Grupo de Operaciones Especiales - yang dibentuk untuk menupas tuntas gerakan terori Bosque yang tidak lain dipimpin oleh Jaime Miro. Dalam masa peperangan yang sedang berlangsung di seluruh penjuru Spanyol ini, Raimon Accoca mendapat kabar kalau para pemberontak Basque melakukan rapat tertutup di salah satu biara-biara katolik, dan biara-biara tersebut mendukung gerakan yang dilakukan oleh Jaime Miro dengan tujuan melakukan perang separatis. Mendengar kabar tersebut membuat Raimon Accoca geram dan memutuskan untuk mengosongkan atau menggeledah semua biara yang ada di spanyol dan membawa semua biarawati untuk di tahan, tidak terkecuali dengan biara Trapistin.
Namun pada saat yang mengerikan seperti ini, Teresa malah meminta bantuan Jaime Miro untuk menyelamatkan dirinya serta teman-temannya (megan, lucia, graciela). Mereka berjalan berhari-hari, menjauh dari Spanyol mengikuti komplotan teroris basque, tanpa pernah terpikirkan kalau mereka sebenarnya berada dalam bahaya. Di tengah usaha menyelamatkan diri ini, Megan malah jatuh cinta oleh pesona seorang Jaime Miro yang sangat idealis dan juga tanpa kenal takut, dan dibalik itu semua ternyata Jaime Miro lah yang mampu menemukan identitas kedua orang tua Megan, dengan caranya sendiri. Sedangkan temannya Lucia malah menaruh hatinya pada salah seorang anak buah Jaime Miro yaitu Rubio. Rubio merupakan salah seorang teroris yang rela mempertaruhkan nyawanya bukan cuma sekali namun berkali kali demi keselamatan seorang biarawati yang dicintainya, Lucia. Mereka bahkan selamat dari peperangan tersebut dan berhasil kembali ke rumah ayah Lucia, Angelo Carmine seorang mafioso yang kaya raya, mendapatkan hartanya kembali dan hidup bahagia bersama selamanya. Dan pada saat keadaan kembali normal, Graciela memutuskan untuk kembali ke biara Trapistin, bersama para biarawati lainnya. Mereka diperbolehkan untuk kembali menutup diri lagi, mendaraskan doa setiap waktu dalam keheningan dan kesunyian biara. Lalu, bagaimana dengan Teresa? Sayangnya Teresa harus meninggal dalam upaya menyelamatkan dirinya, Teresa terkena tembakan pada saat terjadi serangan oleh gerakan yang dipimpin oleh Kolonel Ramon Accoca.
*********************
Jadi, bagaimana blogers??? Penasaran kan buat baca novel ini?? Asli seru, kita (para pembaca) seakan di ajak berlari ke tahun 1976, merasakan kegetiran dan kacaunya saat terjadi perang saudara, bagaimana perasaan dendam yang di tumpuk bertahun-tahun oleh seorang gadis kecil, dan kisah cinta yang sangat anti mainstream di sajikan dengan begitu mesra oleh Sidney Sheldon-sang penulis.
Pokoknya bagusss gusss gussss... harus di bacaa. 😄😄😄..
Btw, udah lebih dari 2 jam ane berhadapan sama tuan laptop ini, jari-jari sudah mulai keriting karena postingan kali ini panjang sekaleee😂, jadi udah dulu yahhhh.. sampai jumpa di resensi novel berikutnya. 😍😍
~ See ya
~Kee
Komentar
Posting Komentar