Haiiiiiiii
Para entitas berlogika di dunia maya, lama tak bersua kita yahh..
Hari ini random ingin menulis konten akhir tahun setelah hiatus sekian lama karna harus fokus bertahan hidup dan mencari ikigai. lol.. tulisan ini ditujukan kepada pembaca-pembaca yang gabut karna memang penulisnya juga salah satu spesies paling gabut..
***************
Sama seperti di tahun-tahun sebelumnya, tahun 2022 membawa begitu banyak cerita. Kaum rebahan+scroll gadget+netflix dilarang komplein, karena kita yang sering bilang "2022 sudah buat apa?" " januari Main hp tiba2 sudah desember" pun tentu punya cerita.
Sini beristirahat sebentar lalu kita rewind hari-hari di tahun 2022 kita...
Sudah sejauh ini, tujuan utama kita apa? Bahkan masih sering bertanya-tanya apakah memang sudah sejauh ini, atau ini baru mulai? Atau lebih parahnya, apakah selama ini saya berjalan d tempat membakar kalori tanpa mencapai tujuan utama saya? Apa benar kehidupan ini yang ingin saya hidupkan atau saya hanya sekedar hidup dan bernafas? Apa yang sedang menanti saya di ujung jalan yang panjang ini.. bahkan di penghujung hari ini kita masih menyatukan pecahan-pecahan kaca kehidupan kita untuk menjadi sebuah kleidoskop antik yang akan di pajang di sudut ruangan..
Masih bingung kan sebenarnya mau bahas apasih, kee.. judulnya fisika sekali tapi isinya tercium seperti aroma filsafat.. hahahahha
.
Okey calm down..
Itu tadi bawa-bawa kleidoskop karena yah menurut saya ke-kompleks-an hidup ini layaknya kleidoskop. Hubungan kita dengan Tuhan, Alam dan Manusia + kesehatan fisik maupun mental + financial hari ini dan tabungan masa depan + antara mimpi masa kecil atau realitas yang sedang kita lakoni saat ini. Semua itu adalah pecahan-pecahan kaca penuh warna, dan saat ini kita sedang menata pecahan-pecahan kaca tadi, tapi kita juga harus teliti dalam menata, jangan sampai pecahan tersebut bisa jadi melukai jari kita.. bagaimana caranya menghidari dari tajamnya pecahan kaca yah dengan objektif menentukan setiap pilihan dalam hidup.
Lalu kenapa inersia?
Inersia adalah bentuk pertahanan suatu benda terhadap benturan. Kita manusia ini adalah "benda" tersebut, ketika pilihan yang kita ambil masih keliru, ketika jari kita tergores oleh kaca kehidupan, disaat itulah kita harus mengaktifkan 'inersia' dalam tubuh. Bertahan. Mau sampai lebam membiru atau terluka dan berdarah atas pilihan kita, kita tetap harus bertahan dan terus berputar pada poros ini.. inersia tidak menjamin kita akan baik-baik saja, tetapi ia menjamin kita akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Dalam hukum fisika, disebutkan bahwa momen inersia adalah ukuran kelebaman suatu benda untuk berputar pada porosnya. Ukuran kelebaman kita ini ditentukan oleh seberapa besar konsekwensi atas pilihan yang kita ambil. Semakin jauh posisi massa benda ke pusat rotasinya maka semakin besar momen inersia benda tersebut. This fuckin' rule is works for human too! Kita harus surrender menahan lebam atau luka yang lebih parah atas segala pilihan kita yg lebih besar.
Cerita atau kisah kita sejak januari 2022 hingga hari ini 31 desember 2022 mungkin terisi dengan putaran-putaran hebat, entah tentang kesehatan kamu yang sembuh dari sakit setelah perjuangan panjang, tentang kisah kasihmu dengan pasangan yang berakhir bahagia bersama atau bahagia sendiri, tentang perjalanan karir yang begitu fluktuatif, tentang kamu dan diri kamu yang berhasil menaklukan ego, atau tentang pilihan-pilihan kecil sekedar pagi ini minum teh manis atau kopi pahit. Atas semua kisah itu, angkat gelasmu lalu berbahgialah.. inersia dalam dirimu bekerja dengan apik di tahun 2022. Mari terus bertahan dan berputar pada poros kehidupan 2023.
Hai twenty twenty three, anything you'll serve, we'll enjoy it! HAPPY NEW YEAR EVERYONE, CHEERRSSSSSS!!!
Kee♡
Komentar
Posting Komentar