Rasionalitas Dunia, dan Ruang Ajaib yang Masih Bertahan

Gambar
Saya memulai perjalanan ini dari kota Pohon Beringin yang dingin- Ruteng-, walau begitu tulisan ini saya curahkan sepenuhnya kepada sebuah kota kecil di tengah pulau flores, yang memiliki sumber air namun tak punya pantai. BAJAWA. Orang bule menyebutnya dengan BAYAWA.                                                Kalau harus menoleh pada tahun 1945, 18 agustus pagi hari yang mungkin cerah-mungkin juga tidak, sedang berlangsung peristiwa persiapan pengesahan UUD 1945 yang telah merdeka dari Jajahan Belanda, namun saat ini di tanggal 18 agustus 2025 di pagi hari yang berkabut tinggi di Bajawa, saya sedang melayani perjalanan lintas flores bersama sepasang suami istri Belanda (Zuid-Holland) berusia akhir 70an.  Kami menginap di Penginapan Manulalu B&B Hotel berlokasi di Jl Mangulewa - Jerebu'u, Tiworiwu. Pagi itu sesuai agenda, kami lebih dulu mengunjungi Desa A...

Sang Saka Merah Putih berkibar di teluk Maumere



 
Foto doc. Tim MDC

Lestari lautku, lestari budayaku! 
Dari Nian Tanah Sikka untuk Indonesia.

*******

15 agustus 2020 tepat 2 hari sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, Maumere Diver Community (MDC) membentangkan Sang Saka Merah Putih tepat di titik patahan teluk Maumere akibat tsunami yg terjadi pada 12 desember 1992 silam. Segenap aparatur beserta mitra tim MDC, serta siswa sekolah dasar setempat juga turut mengambil bagian dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia ini. Rangkaian acara membentang bendera Merah Putih di teluk Maumere diawali dengan penyerahan bendera Merah Putih oleh Kepala desa Nangahale kepada perwakilan staff dari dinas Pariwisata Kabupaten Sikka yang selanjutnya akan dikibarkan di bawah laut, lalu di akhir acara ada kegiatan pembersihan memilih sampah sebagai bentuk kampanye sayang laut dan tidak membuang sampah sembarangan. 
 
Pengibaran bendera Merah Putih sepanjang 10 meter dengan lebar 3 meter tersebut dilakukan oleh 22 penyelam lokal pada kedalaman 25 meter di bawah permukaan laut teluk Maumere, pemilihan lokasi ini bukan hanya sebagai bentuk promosi wisata bahari yang memiliki berbagai macam keindahan bawah laut tetapi juga sebagai tempat bersejarah bagi segenap masyarakat kabupaten Sikka. Diketahui pada tahun 2017, Teluk Maumere juga pernah memenangkan juara pertama dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia sebagai destinasi alam bawah laut terpopuler. 

Ketua Maumere Diver Community, Bram Conterius menyampaikan bahwa "ada hal yang pantas jika menyelami pesona alam bawah laut teluk Maumere, keindahan alam bawah laut yang sangat khas dan beraneka ragam, kita punya sumber daya alam bawah laut yang luar biasa, hanya perlu ditopang oleh sumber daya manusia yang andal untuk menjaga ekosistem bawah laut itu dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab."





~kee❤

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peleburan Budaya di Tanah Flores

Membaca Pameran BARU, BARU. melalui kacamata Pariwisata

Rasionalitas Dunia, dan Ruang Ajaib yang Masih Bertahan