When life give you Lemon, dont feel dissapointment, just turn your Lemon into Lemonade. ππ
Well, chers for your lyfe, all ma dear Fellas...
By the Way, wellcome back yahhhhh, penulis sdh lama ngumpet di balik kertas kertas revisian, sekarang mumpung selow, penulis mau sharing ttg gimana caranya buat lemonade nih, gengs (bercanda ding) ....πππ✌✌✌
Okey, too much intro yahhh, (gag face)
.
.
Well, kali ini kita bakal bahas 2 point dari banyaknya point soal "The Positif Approach"
atau
"Manfaat berpikir positif & bersikap positif"
Jadi akhir akhir ini penulis lagi mumet, sepertinya lagi di kasih Lemon paling kecut sama si empunya hidup, tapi penulis gak nyerah gitu aja dong, masa sih kita kalah sama hidup? Iya gak? Makanya penulis sempet sempetnya baca buku karya opa Peter Sherpherd ini, biar bisa ngerubah lemon jadi lemonade. Biar seru!! Biar gak galau ababilll gak jelas gitu, wkwkwkkw..
Pertama, si Mr. Peter Sherpherd ini mengatakan bahwa yang paling penting itu adalah menghargai diri sendiri. All the problems is start from here. You've to respect to yourself , you've should love yourself first, then you can handle your environment.
(Salah satu cara love yourself, jalan jalan kuyyy)π
Gini deh gengs, apapun yang kita lakukan, apapun yang kita kerjakan, pasti selalu aja ada tanggapan negatif dari sang komentator atau netijen, yekan?π.. yang perlu kita lakukan adalah melihat melampaui apa yg sang netijen lihat. Look beyond. Ketika kita gak mendengarkan omongan mereka, itu artinya kita "safe" dan untuk para netijen, biarlah mereka membuang energi nya. Semakin banyak energi positif yang mereka gunakan utk mengomentari seseorang, maka semakin useless lah mereka. Wkwkwk..
Pokoknya kita save energi positif aja utk buat karya, jangan banyakin drama.
Di bukunya, Mr. Peter Sherpherd mention kalau perasaan berharga tidak bergantung apakah anda pintar, memiliki pekerjaan hebat, atau memiliki barang-barangyang mahal, perasaan itu tidak ada hubungannya dengan status sosial, tingkat kecerdasan intelektual, atau tak pernah berbuat salah. Dengan kata lain, anda akan tetap berharga meski anda tidak bisa melakukan sesuatu, atau telah melakukan kesalahan. (Persetan apa kata netijen, fellasπ)..
Gagasan intrinsik mengenai perasaan berharga ini merupakan kekuatan dasar dari harga diri yang sesungguhnya. Harga diri harus di bangun dari fondasi dasar sehingga inkompetensi dan kritikan tdk akan menurunkan penghargaan kita terhadap diri kita sendiri. Dengan begitu kita bebas menentukan pilihan. Bebas mengajukan perubahan. Bebas menjadi kreatif.
Tanpa adanya rasa respect to yourself, kalian akan merasa terkekang, selalu memiliki sedikit pilihan dalam hidup, dan jatuhnya malah kalian akan mencari pelampiasan lain. And its not good, biarkan netijen sja yg tdk menghargai diri mereka sendiri, jgan kita. Wkwkwk
Yang kedua, yaitu invalidasi. Atau katakanlah kita bertindak sesuai dgn keinginan orang lain. Ketika kita bertindak melawan diri sendri, means you're follow on someone rulles, berarti kamu telah mengidentifikasikan diri kamu dgn orang lain. Kamu membiarkan orang lain memasuki dan menguasai pikiran kamu, sehingga kamu mengalami yang namanya fragmentasi. Like you let the netijen doing something shitt and you just response to them, you turn into what netijen wants you to be. You lost your own self. Kamu jadi kehilangan jati diri, dear. Adakalanya mendengarkan seseorang itu baik, but please, bahagiamu itu yg penting, bukannya justru kamu merasa bersalah karena kurang sempurna untuk menjadi seperti yang orang lain minta. Just being you. Thats it. Di samping itu, kamu juga memiliki pilihan. You always have choises. Entah itu mengiyakan atau merubah pandangan mereka terhadap kamu.
Let me tell you an examples, like being me. Saya seorang perempuan yang memiliki berat badan di bawah proporsional. Wanna know the number? Well I am on 43kg . So skinny, I know. Body shaming? Its okayyy. . Sya yang dulu selalu malu, selalu ingin makan banyak utk memenuhi ucapan para netijen terkait body shaming ini, I got myself in invalidation zone. But guess what? I am tired to make them happy. I am tired to use mask all the time. And I choose to being me, I choose to Put off the mask. Kalau melihat dari sisi biasa, mungkin saya akan sedih, menarik diri dari lingkungan, atau pelampiasan yang lebih ekstream lainnya. But I choose to admit it. Saya mengakui kalau saya kurus ceking atau entah kata apa yang menggambarkan saya, no need to complaint, cuz God made me no mistake. Perfect based on His image. Dan lalu memikirkan lingkungan, mungkin mereka tdk bermaksud membuli, itu justru upaya untuk meningkatkan gairah saya dalam hal menambah berat badan. Salah satu bentuk support namun beda gaya. Well, you guys, do you ever see barbie with 60kg? ππ.. jadi yah gitu.. jagan langsung makan lemon, ubah dulu jdi lemonade, minumnya di saat panas terik, di jamin langsung seger dehhhh.
Paham gak sih?
Relax, penulis aja selalu bingung tiap kali nulis, jadi kalau pembaca sekalian bingung, itu hal yang wajar, tapi kalau kalian mengerti, itu yah sekarepmu sihhhππ✌✌✌
Ceerssss
.
.
.
~keeππ
Komentar
Posting Komentar