Haiiiii gengs, penulis balik lagi nih😁😁😁.. postingan kali ini bakalan flashback ke tahun 2014 waktu penulis pertama kali backpackeran ke banyuwangi, sekarang penulis lagi kebelet pengen jalan-jalan a.k.a penulis butuh liburan😭😭😝😝..
*bekol, 2014*
Well, apa kabar kalian yang lagi liburan? Yang lagi melalangbuana entah di mana, penulis numpang titip salam buat tempat yang sedang kalian kunjungi yah😁.
Sipp, sekarang penulis mau berbagi cerita tentang gimana keindahan baluran nasional park waktu itu, dan sampai sekarang, dan semoga seterusnya. *penulis pen kembali ke banyuwangi😭😭*
So, here we go.....
Waktu itu saya berangkat dri pelabuhan gilimanuk ke ketapang sekitaran pukul 01.00 pagi, janjian sama teman dari jogja buat ketemuan d banyuwangi, dan meeting pointnya waktu itu yah di stasiun kereta api ketapang.
Waktu itu kira-kira jam 5 pagi, temen saya dari jogja sdah tiba di banyuwangi, jadi kami memutuskan utk langsung mencari bus, mudah memang pda awalnya, kami tinggal berdiri di pinggir jalan, melihat bus yang lewat lalu naik. Selesai. Tapi apa yang kami dapat selama perjalanan ke baluran itu yang patut dikatakan unforgettable, yah at least versi saya ini merupakan pengalaman tak terlupakan dunia akhirat😂..
Pengalaman ter-unforgottable dunia akhirat ini berawal dari stasiunnya sih sebenarnya, di mana wktu itu merupakan pertama kalinya saya tidur dengan nynyak di kursi tunggu stasiun kereta api ketapang yang ada di luar, kebayang kan dinginnya kek gimana subuh gitu, penduduk lokal yang lewat juga hanya segelintir saja, tdak banyak. Mungkin terhitung 2 jam saya tidur memeluk carrier belel sya tanpa memperdulikan sekitar, mengabaikan suara bising yang ada dan melanjutkan tidur suci nan khidmat waktu itu. Smpai pada akhirnya, 2 orang cewek bule (russian girls) duduk merapat ketempat di mana sya tidur, membangunkan saya dengan hati-hati dan ternyata mereka cuman mau minta air mineral saya😂😂.. sebenarnya didepan stasiun ketapang sendiri ada indomaret yang buka 24 jam, cuman jalan arah indomaretnya itu masih gelapppppppp banget, plus ada semak belukar yang tingginya selutut, which is its a bit scary, right?
Saya tentu saja bangun, dgn mata yang masih mnta di tutup akhirnya menyerahkan air mineral sya kepada 2 orang turis asing itu, lalu percakapan berlangsung di antara kami yang pada akhirnya sya tau kalau ternyata mereka berkebangsaan rusia, mahasiswi internship di salah satu universitas di jogja..
Well, cerita berlanjut smpai temen sya dari jogja sudah tiba, kami naik bus lokal menuju daerah situbondo, menyaksikan matahari terbit melalui jendela bus, ngobrol bersama orang lokal yang katanya "ngapain buang-buang waktu ke baluran" yang kami jawab dengan senyum seadanya lalu "mengumpulkan kenangan" jawab teman saya waktu itu.
pernah dengar pepatah yang bilang " stop chasing people, chasing money and collect moments" atau "making money and go travel"
karena ketika kita bepergian, kemana saja, saya percaya bahwa alam akan membuat kita lebih bijak dalam setiap tindakan kita. entah itu dengan segala tutur kata atau perbuatan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, tersenyum pada masyarakat setempat, bersanda gurau seperti pernah bertemu sebelumnya, padahal kenyataannya kita baru dipertemukan saat kita menjalani yang namanya "bepergian" itu. i just love averything about travel.
setelah sampai di pintu gerbang taman nasional baluran, kami menyewa ojek dari pintu masuk baluran ke dalam taman nasional ini. fyi, kalian tidak bisa berjalan kaki saja kalau mau masuk ke dalam karena perjalanan yang cukup cukuppp panjang. perjalanan pertama, kami di bawa ke hutan yang disebut " evergreen area" selama perjalanan ke dalam kami disuguhi pemandangan alam yang mempesona. dari satwa liar yang belum pernah saya lihat sebelumnya, beraneka jenis kupu-kupu yang terbang seakan -akan menemani perjalanan kami, hingga macam-macam tanaman keren lainnya. sepanjang perjalanan pun, ojek yang kita sewa akan berperan ganda menjadi tour guide kita juga loh. menjelaskan macam-macam tanaman, atau satwa liar yang kami temui di jalan. terkadang, ojeknya berhenti untuk memetik buah yang "entalahlah penulis lupa namanya" lalu menyerahkan pada saya untuk di cicipi. awalnya sih memang terasa sedikit masam/kecut, namun setelah mencoba beberapa kali (penulis ketagihan vroh, wkwkwk) rasanya malah jadi enak gitu, pokoknya enak aja gitu sambil makan sambil dengar penjelasan si bapak ojek ini.

and taraaaaaaaaa kami sampai di point utama, yaitu di BEKOL. kalau salah satu dari kalian ada yang sudah pernah ke tempat ini, pasti setuju dong kalau saya menyebutnya "a lil madagaskar in java" iya gak?.. langitnya yang biru, padang rumputnya yang hijau, rusa-rusa yang berkeliaran bebas, kawanan monyet yang sembunyi di balik pohon untuk berteduh, kawanan burung yang terbang rendah di langit biru, burung merak yang sombong memperlihatkan ekornya yang indah, pokoknya bagus aja. semua yang ada di baluran terasa pas untuk di nikmati. tidak berlebihan. pas. indah. dan tenang.
setelah puas memanjakan mata di savanna bekol, kami di tuntun untuk naik keatas menara yang letaknya masih berada di kawasan bekol. namanya "menara pandang bekol" jadi dari atas menara ini, kita bisa menyaksikan rimbunya hutan evergreen, pemandangan savanna dari ketinggian, juga berasa makin dekat dengan gunung yang menjadi ikon banyuwangi ini.
tidak puas dengan keindahan savanna serta menara pandang, kami meminta si bapak ojek mengantarkan kami ke hutan manggrove, setelah sampai di sini, kami harus berjalan kaki menyusuri jembatan kayu di tengah hutan, pemandangannya seperti di film thriller gitu, wkwkwkwk, menyeramkan namun bikin penasaran, sampai akhirnya kami tiba di point tersebut. ahhh take me back to this placeeeee. huhuhu... #bloggeralay
point berikutnya yang kami singgahi adalah BAMA. dari hutan manggrove ke bama kira-kira membutuhkan waktu tempuh sekita 1 jam lebih, dan waktu itu kami memakai sharing car, jadi bersama wisatawan lainnya yang juga sama-sama dri hutan manggrove ke pantai bama, nah, pantai bama merupakan jenis pantai berbatu, tapi juga tempat yang cocok untuk snorkling, atau untuk melepas penat setelah menyusuri "madagaskar cilik" kita. kami menghabiskan waktu terakhir yang di bama ini, hingga sore menjelang dan kami memutuskan untuk kembali ke kota dan mencari penginapan.



sebenarnya terlalu banyak moment - moment yang di lewatkan di sini, mulai dari makanan kami di ambil monyet saat snorkling di bama, atau pas sampai di kota banyuwangi kami tidak mendapatkan transportasi ke hotel dan duduk berjam-jam di pinggir jalan, doing nothing, aimless, tertawa sendiri, tapi menyenangkan, lalu berjalan kaki dari hotel ke gereja yang kata si recepsionis gerejanya tidak telalu jauh dari hotel, padahal ya tuhannn, itu jauhnya sampai kami nyasar dan harus mengandalkan google map yang belum tentu benar juga. wkwkwkwkwkwk. tapi akhirnya kami sampai juga di gerejanya, mengikuti misa minggu palma di banyuwangi, mencari transportasi yang bisa di sewa untuk naik ke kawa ijen tapi kendala di cost yang terlalu mahal sementara budget kami mulai menipis, terus mencicipi berbagai macam jajanan yang ada di banyuwangi yang yah kurang lebih sama seperti jajanan jawa pada umumnya, tapi kami over excited. hahahahah

di hari ketiga kami harus kembali ke rutinitas, dan harus berpisah di ketapang, saya membeli tiket penyebrangan ketapang-gilimanuk, sementara teman sayang kembali ke stasiun kereta api untuk memulai perjalanan pulangnya ke jogja.
Well.. sampai jumpa di perjalanan berikutnya..
~see ya
~kee😀😀
Komentar
Posting Komentar